Jumlah tunawisma di Kota Bandung meningkat tajam jelang Ramadan, mencapai 2.003 orang, jadi sorotan pemerintah dan masyarakat.
Kota Bandung menghadapi lonjakan tunawisma menjelang Ramadan, dengan jumlah mencapai 2.003 orang. Kenaikan ini menimbulkan keprihatinan publik dan mendorong pemerintah setempat untuk meningkatkan bantuan sosial dan penanganan jangka panjang.
Fenomena ini menjadi sorotan penting bagi strategi kota dalam mengurangi kemiskinan dan memastikan kesejahteraan warga terdampak. Simak ulasan lengkapnya di Homeless untuk mengetahui fakta sebenarnya.
Lonjakan Tunawisma Di Bandung Menjelang Ramadan
Jumlah tunawisma di Kota Bandung meningkat tajam menjelang Ramadan. Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Bandung, total tunawisma pada 2025 mencapai 2.003 orang, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 847 orang.
Kategori tunawisma meliputi pengemis, anak jalanan, pengamen, serta Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, Irvan Alamsyah, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah PPKS ini merupakan fenomena tahunan, biasanya menjelang momen besar keagamaan seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Saat ini peningkatan sudah mulai terlihat karena mendekati Ramadan,” ujarnya.
Faktor Peningkatan Dan Asal Tunawisma
Irvan menegaskan, sebagian besar tunawisma merupakan pendatang baru yang datang ke Bandung dari berbagai daerah. Mayoritas berasal dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, serta daerah lain di Pulau Jawa.
Bahkan, ada beberapa kasus tunawisma dari luar Pulau Jawa, termasuk Sumatera. Ia mencontohkan pernah mengembalikan tunawisma ke Tanah Datar, Sumatera Barat, karena sengaja datang ke Bandung.
Kedatangan tunawisma baru ini disinyalir terkait dengan peluang ekonomi, jaringan sosial, atau keinginan untuk mencari nafkah sementara. Fenomena ini menambah kompleksitas penanganan sosial di Kota Bandung, khususnya menjelang periode yang memiliki mobilitas tinggi dan aktivitas sosial ekonomi meningkat.
Baca Juga: BLTS Rp900 Ribu Dikabarkan Cair Lagi 2026, Ini Penjelasan Mensos
Mekanisme Penanganan Tunawisma
Dinas Sosial Kota Bandung menangani tunawisma melalui berbagai mekanisme. Ada yang dirujuk ke bale atau rumah singgah milik Dinas Sosial, sementara sebagian lainnya dikembalikan ke daerah asal.
Penanganan dilakukan secara terintegrasi dengan aparat kepolisian, TNI, instansi terkait, serta laporan masyarakat mengenai orang terlantar. Saat ini, fasilitas rumah singgah yang tersedia adalah UPT Rumah Singgah milik Dinas Sosial Kota Bandung.
Tempat ini menjadi pusat rehabilitasi sementara bagi tunawisma untuk mendapatkan layanan dasar, seperti tempat tinggal sementara, makanan, pembinaan sosial, dan konseling.
Tantangan Dan Upaya Pemkot Bandung
Peningkatan jumlah tunawisma menjelang Ramadan menjadi sorotan penting bagi pemerintah kota. Lonjakan ini menuntut upaya cepat dan koordinasi lintas sektor, termasuk dukungan masyarakat, untuk memastikan tunawisma memperoleh perlindungan dan tidak terpinggirkan.
Irvan menekankan bahwa penanganan tunawisma tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berfokus pada rehabilitasi jangka panjang, pembinaan sosial, dan pengembalian mereka ke lingkungan yang lebih stabil. Selain itu, pemkot terus melakukan pemantauan berkala dan evaluasi terhadap jumlah PPKS, agar strategi penanganan lebih tepat sasaran dan berdampak positif.
Kami berharap melalui sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat, tunawisma bisa mendapatkan perlindungan, akses layanan, dan peluang hidup lebih layak, terutama saat periode penting seperti Ramadan, pungkas Irvan. Homeless serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari pojoksatu.id
- Gambar Kedua dari news.detik.com