Menjelang Idulfitri, sejumlah titik di Kota Cimahi kembali dipadati aktivitas yang tak biasa yang cukup mengkhawatirkan.
Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat, muncul pula fenomena sosial yang kembali terulang setiap tahun, yakni bertambahnya jumlah tunawisma musiman yang terlihat di sejumlah titik keramaian kota. Kehadiran mereka menjadi perhatian warga karena jumlahnya tampak lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainya yang hanya ada di Homeless.
Fenomena Tunawisma Musiman
Menjelang Idulfitri, kondisi di beberapa titik pusat keramaian Cimahi kembali menunjukkan fenomena sosial yang berulang setiap tahun. Di trotoar dan ruang publik kota, terlihat sejumlah orang membawa barang seadanya, duduk menunggu bantuan dari para pengguna jalan. Mereka dikenal sebagai tunawisma musiman yang biasanya muncul saat momen hari besar keagamaan.
Fenomena ini menjadi perhatian karena jumlahnya terlihat meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Mereka tidak hanya datang sendiri, tetapi juga berkelompok di beberapa titik strategis kota. Kehadiran mereka mencerminkan dinamika sosial yang kompleks, terutama terkait mobilitas penduduk dari luar daerah menuju kota-kota yang lebih ramai.
Warga sekitar pun mulai terbiasa dengan kondisi ini, meski tetap menimbulkan keprihatinan. Banyak yang berharap ada solusi jangka panjang agar persoalan sosial ini tidak terus berulang setiap tahun tanpa penyelesaian yang jelas.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Titik Keramaian Cimahi
Beberapa ruas jalan utama di Cimahi menjadi lokasi yang paling sering ditempati para tunawisma musiman. Jalan Gatot Subroto, Urip Sumohardjo, Simpang Gandawijaya, hingga Jalan Amir Machmud terlihat menjadi titik konsentrasi aktivitas mereka.
Di lokasi tersebut, mereka biasanya duduk di pinggir jalan atau trotoar sambil menunggu bantuan dari masyarakat. Sebagian membawa karung, gerobak kecil, hingga barang bekas yang mereka kumpulkan selama berada di jalanan. Aktivitas ini menjadi pemandangan yang cukup sering terlihat menjelang hari besar keagamaan.
Kondisi ini juga berdampak pada estetika kota dan kenyamanan pengguna jalan. Meski tidak semua mengganggu, keberadaan mereka tetap menjadi perhatian karena jumlahnya yang meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.
Baca Juga:Â Dinsos Cimahi Siapkan Strategi Mengejutkan Untuk Penertiban Gepeng
Pemerintah Daerah Lakukan Penertiban
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengakui bahwa fenomena ini selalu terjadi setiap menjelang Idulfitri. Menurutnya, tunawisma atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) kerap datang dari luar daerah untuk mencari penghidupan di kota.
Pemerintah melalui Dinas Sosial bersama Satpol PP telah melakukan berbagai upaya penertiban dan pendataan. Namun, proses tersebut tidak selalu berjalan mudah karena sebagian tunawisma kembali datang setelah dipulangkan ke daerah asal. Hal ini membuat penanganan menjadi lebih kompleks dan berulang.
Selain itu, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan daerah asal para tunawisma untuk mencari solusi yang lebih permanen. Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi perpindahan masalah sosial dari satu daerah ke daerah lain tanpa penyelesaian yang jelas.
Upaya Penanganan Berkelanjutan
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Cimahi, Supijan Malik, menyebut sebagian besar tunawisma yang datang berasal dari luar kota seperti Indramayu, Cianjur, dan wilayah lainnya. Mereka datang dengan berbagai latar belakang ekonomi yang berbeda.
Sebagian dari mereka bahkan telah memiliki pola mobilitas tertentu, di mana mereka datang saat momen ramai seperti Ramadan dan Idulfitri, lalu kembali ke daerah asal setelahnya. Ada juga yang menjadikan jalanan sebagai tempat tinggal permanen karena keterbatasan ekonomi.
Pemerintah daerah menilai bahwa penanganan masalah ini tidak bisa hanya bersifat penertiban semata. Diperlukan pendekatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan agar para tunawisma memiliki alternatif kehidupan yang lebih layak dan tidak terus bergantung pada bantuan jalanan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com