Heboh! 23 Tuntutan Mengguncang Grahadi Di Hari Perempuan Sedunia!

Heboh! 23 Tuntutan Mengguncang Grahadi Di Hari Perempuan Sedunia!
Bagikan

Peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD) tahun 2026 di Surabaya berlangsung penuh semangat.

Heboh! 23 Tuntutan Mengguncang Grahadi Di Hari Perempuan Sedunia!

Puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, untuk menyuarakan aspirasi mereka. Aksi ini membawa 23 tuntutan penting terkait hak perempuan, lingkungan, dan isu kemanusiaan yang mendesak perhatian publik dan pemerintah.

Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainya yang hanya ada di Homeless.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Massa Aksi Memadati Grahadi

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan massa mulai berkumpul sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka membawa poster, spanduk, dan atribut kampanye yang berisi tuntutan mereka. Orasi berlangsung bergantian dari atas mobil komando, sementara beberapa peserta juga menyebarkan selebaran informasi tuntutan untuk meningkatkan kesadaran publik.

Kehadiran massa aksi memunculkan dinamika tersendiri di kawasan Jalan Gubernur Suryo. Pengendara dan warga sekitar terlihat memperhatikan jalannya aksi sambil tetap menjaga jarak. Polisi setempat juga diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan parah di kawasan strategis ini.

Selain itu, sebagian peserta sempat melakukan long march dari Jalan Basuki Rahmat menuju Grahadi. Rute ini dipilih agar aksi mereka lebih terlihat dan tuntutan mereka dapat menjangkau masyarakat luas. Keberanian massa tetap terlihat meski hujan rintik turun di lokasi.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Tuntutan Yang Mewakili Banyak Kelompok

Koordinator lapangan aksi, Syska La Veggie, menjelaskan bahwa 23 tuntutan yang dibawa merupakan hasil kesepakatan bersama dari berbagai kelompok. Tuntutan tersebut mencakup reformasi satgas anti kekerasan, perlindungan korban kekerasan seksual, hingga kesetaraan upah bagi pekerja perempuan.

Tuntutan ini lahir dari keresahan beragam pihak, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga komunitas lain yang menghadapi persoalan berbeda. Semua tuntutan dimaksudkan untuk mendorong pemerintah dan pihak terkait agar lebih peka terhadap isu-isu perempuan dan kelompok rentan.

Selain itu, tuntutan tersebut juga menyoroti perlindungan bagi pekerja rumah tangga melalui pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT). Dengan langkah ini, diharapkan perlindungan hukum terhadap pekerja domestik perempuan lebih terjamin.

Baca Juga: Bikin Panik! UU PPRT Jadi Kunci Selamatkan Rakyat Dari Krisis Besar?

Solidaritas Untuk Perempuan Korban Konflik

Solidaritas Untuk Perempuan Korban Konflik

Aksi hari ini tidak hanya menyoroti isu domestik, tetapi juga menunjukkan solidaritas terhadap perempuan yang menjadi korban konflik di luar negeri, termasuk Timur Tengah. Peserta menyampaikan dukungan moral sekaligus menekankan bahwa persoalan perempuan bersifat universal dan harus diperjuangkan bersama.

Koordinator aksi menekankan bahwa keresahan perempuan dimanapun adalah tanggung jawab bersama. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan terhadap ketidakadilan gender tidak mengenal batas geografis, dan setiap kelompok perempuan memiliki hak yang sama untuk diperjuangkan.

Selain itu, aksi ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Dengan menghadirkan pesan-pesan solidaritas global, peserta berharap kesadaran publik akan isu perempuan meningkat, sekaligus menekan pihak berwenang untuk menindaklanjuti tuntutan mereka secara konkret.

Dampak Aksi terhadap Aktivitas Kota

Aksi unjuk rasa ini berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo. Pantauan menunjukkan kendaraan bergerak lambat, bahkan beberapa ruas jalan dialihkan untuk mengurangi kemacetan. Meskipun begitu, masyarakat tetap memantau jalannya aksi dengan rasa penasaran.

Sejumlah petugas kepolisian berjaga untuk memastikan keselamatan peserta dan pengendara. Mereka mengatur jalur alternatif dan memberikan imbauan agar semua pihak tetap tenang. Kehadiran aparat juga membantu mengurangi risiko terjadinya insiden selama aksi berlangsung.

Hujan rintik tidak menyurutkan semangat peserta. Mereka tetap bertahan hingga seluruh agenda aksi selesai, termasuk pembacaan tuntutan dan orasi terakhir. Aksi ini menjadi momen penting bagi warga Surabaya untuk menyaksikan bagaimana isu perempuan dan kelompok rentan diperjuangkan secara terbuka.

Harapan Di Balik Tuntutan

Syska La Veggie menegaskan bahwa tujuan utama aksi ini bukan sekadar teriak di jalan, tetapi agar tuntutan mereka didengar dan ditindaklanjuti. Dengan keberagaman kelompok yang terlibat, aspirasi ini dianggap mewakili banyak suara masyarakat.

Harapan terbesar dari aksi ini adalah tercapainya reformasi hukum dan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Mulai dari perlindungan korban kekerasan, kesetaraan upah, hingga jaminan hak pekerja rumah tangga, semua tuntutan dianggap langkah penting untuk mencapai keadilan sosial.

Peserta aksi juga menekankan perlunya kontinuitas perjuangan. Tidak hanya berhenti pada peringatan Hari Perempuan Internasional, tetapi menjadi momentum bagi pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk bekerja sama memperbaiki kondisi perempuan di Indonesia dan dunia.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari detik.com