Samarinda Terkepung Banjir, Lalu Lintas Lumpuh, Warga Kesulitan Beraktivitas

Samarinda Terkepung Banjir, Lalu Lintas Lumpuh, Warga Kesulitan Beraktivitas
Bagikan

Kota Samarinda kembali dilanda musibah banjir pada Senin (2/2/2026) malam, menggenangi sejumlah ruas jalan utama dan menyebabkan kekacauan lalu lintas.​

Samarinda Terkepung Banjir, Lalu Lintas Lumpuh, Warga Kesulitan Beraktivitas

Curah hujan tinggi yang disertai pasang air sungai diduga menjadi pemicu utama bencana ini, menghadirkan tantangan serius bagi mobilitas warga serta aktivitas malam.

Berikut ini, Homeless akan mengundang keprihatinan mendalam, mengingatkan kembali akan kerentanan kota terhadap ancaman hidrometeorologi.

Samarinda Diterjang Banjir, Jalan Utama Lumpuh Total

Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Senin malam menyebabkan sejumlah ruas jalan utama terendam banjir. Beberapa lokasi yang paling terdampak meliputi Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jalan Abdul Muthalib, hingga Jalan Yos Sudarso. Genangan air ini membuat arus lalu lintas menjadi tersendat dan menciptakan antrean panjang kendaraan.

Pantauan di lapangan menunjukkan variasi ketinggian air di setiap titik yang terdampak. Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan menjadi area yang paling parah, dengan genangan air yang menutupi sebagian besar badan jalan. Hingga malam hari, kondisi air di ruas jalan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda surut, menandakan bahwa genangan ini cukup persisten.

Kondisi ini memaksa pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk melaju perlahan dan ekstra hati-hati. Kehati-hatian ini penting untuk menghindari kerusakan kendaraan, terutama mesin mati akibat terendam air. Banjir menjadi pengingat pahit akan kerentanan infrastruktur kota terhadap perubahan iklim dan drainase yang belum optimal.

Dampak Langsung Dan Keluhan Warga

Banjir tidak hanya menghambat pergerakan kendaraan, tetapi juga menimbulkan kesulitan besar bagi warga yang hendak beraktivitas malam hari. Banyak masyarakat yang mengeluhkan genangan air ini, terutama mereka yang memiliki agenda penting. Salah satunya adalah kehadiran pada acara keagamaan Nisfu Syaban yang seharusnya dilaksanakan di masjid.

Seorang warga, Siti (41), yang berdomisili di Jalan Abdul Muthalib, mengungkapkan kesulitannya untuk menuju masjid. Ia terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih aman dan bebas genangan air. Situasi ini memaksa warga untuk memutar otak dan mengeluarkan tenaga ekstra demi mencapai tujuan, mengganggu rutinitas harian mereka.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sulaiman (29), warga di sekitar Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan. Ia menuturkan bahwa genangan air membuat sebagian besar warga memilih untuk menunda keluar rumah. Kekhawatiran akan kendaraan mogok, terutama sepeda motor, menjadi alasan utama, meskipun mobil masih bisa melintas, tetapi dengan antrean yang sangat panjang.

Baca Juga: MK Tegaskan! Masa Jabatan BPKN Tetap 3 Tahun, Gugatan Perpanjangan

Penyebab Banjir, Kombinasi Cuaca Dan Pasang Sungai

Penyebab Banjir, Kombinasi Cuaca Dan Pasang Sungai

Rudi (34), seorang pengendara mobil yang melintasi Jalan Yos Sudarso, menduga banjir kali ini dipicu oleh pasang air sungai yang terjadi bersamaan dengan cuaca buruk sebelumnya. Kombinasi faktor alam ini memang seringkali menjadi penyebab utama banjir di Samarinda. Debit air yang tinggi dari hulu bertemu dengan pasang air laut atau sungai yang meluap.

Pasang air sungai yang bersamaan dengan hujan deras dapat menghambat aliran air dari daratan menuju sungai. Hal ini menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke jalanan dan permukiman. Sistem drainase kota yang mungkin belum mampu menampung volume air yang besar juga turut memperparah kondisi ini.

Fenomena ini menyoroti perlunya perhatian serius terhadap manajemen air dan sistem drainase di Samarinda. Perencanaan kota yang adaptif terhadap perubahan iklim menjadi sangat krusial. Solusi jangka panjang diperlukan untuk mengatasi masalah banjir yang berulang ini, bukan hanya penanganan reaktif saat bencana terjadi.

Imbauan Dan Kewaspadaan Untuk Masyarakat

Hingga Senin malam, genangan air masih terlihat di sejumlah ruas jalan utama Kota Samarinda. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas dan mempertimbangkan jalur alternatif.

Penggunaan jalur alternatif diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di area yang tergenang. Selain itu, ini juga membantu menghindari risiko kendaraan mogok atau kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak ideal. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Situasi banjir ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk meninjau ulang dan memperkuat infrastruktur penanganan banjir. Upaya pencegahan dan mitigasi bencana harus menjadi prioritas. Komitmen untuk menyediakan informasi yang akurat dan terpercaya juga penting untuk membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat.

Ikuti terus berita terbaru seputar Homeless  serta informasi menarik lainnya yang menambah wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar pertama dari regional.kompas.com
  • Gambar Utama dari antaranews.com