Ratusan mahasiswa di Sumenep turun ke jalan menolak wacana Pilkada tidak langsung yang dianggap mengurangi peran rakyat dalam memilih pemimpin daerah.
Dalam aksi damai di depan DPRD Sumenep, mereka menyampaikan empat tuntutan, mulai dari menegaskan Pilkada langsung, transparansi anggaran, peningkatan partisipasi publik. Hingga menjaga independensi penyelenggara DPRD menegaskan akan menampung aspirasi mahasiswa.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainya yang hanya ada di Homeless.
Mahasiswa Sumenep Protes Rencana Pilkada Tidak Langsung
Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Sumenep, Madura, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumenep, Senin (12/1/2026). Mereka menolak wacana Pilkada tidak langsung yang sempat menjadi perbincangan di kalangan politisi. Menurut mahasiswa, perubahan sistem ini berpotensi mengurangi peran serta rakyat dalam menentukan pemimpin daerah.
Koordinator aksi, Rafi Maulana, mengatakan bahwa mahasiswa menuntut agar proses demokrasi tetap dijalankan secara langsung dan transparan. “Kami hadir di sini untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Pilkada langsung adalah hak rakyat, jangan diganggu oleh kepentingan politik tertentu,” tegas Rafi.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Meski begitu, demonstrasi berlangsung tertib. Mahasiswa membawa spanduk, poster, dan membagikan selebaran berisi tuntutan mereka kepada masyarakat dan anggota DPRD yang berada di lokasi.
Mahasiswa Ajukan 4 Tuntutan Tegas ke DPRD
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama kepada DPRD Sumenep. Pertama, menolak rencana Pilkada tidak langsung dan meminta DPRD tetap memperjuangkan Pilkada langsung. Kedua, mereka menekankan perlunya transparansi anggaran penyelenggaraan Pilkada agar tidak merugikan rakyat.
Tuntutan ketiga berkaitan dengan partisipasi publik. Mahasiswa meminta DPRD meningkatkan mekanisme konsultasi publik sebelum mengambil kebijakan yang menyangkut hak politik masyarakat. Keempat, mereka menekankan pentingnya menjaga independensi penyelenggara Pilkada agar bebas dari tekanan politik.
Anggota DPRD yang menerima aspirasi mahasiswa, Riyan Saputra, menyatakan akan menampung seluruh tuntutan. Ia menegaskan bahwa aspirasi rakyat adalah prioritas, dan seluruh kebijakan terkait Pilkada harus mempertimbangkan masukan publik.
Baca Juga: Gerakan Peduli Bersama, Falala Chocolate Dan 1000 GURU Foundation Bantu Beban Korban Banjir
DPRD Sumenep Angkat Bicara
Ketua DPRD Sumenep, Hj. Nurhayati, mengatakan pihaknya menghargai aksi mahasiswa dan menganggapnya sebagai bentuk partisipasi demokrasi. “Kami mendengar dan memahami aspirasi mahasiswa. Semua masukan ini akan menjadi bahan diskusi dalam rapat DPRD,” ujarnya.
Selain itu, Nurhayati menekankan bahwa wacana Pilkada tidak langsung masih sebatas pembahasan awal. Pemerintah daerah dan DPRD akan mengkaji berbagai dampak, termasuk dari sisi demokrasi dan kepentingan masyarakat. Ia memastikan bahwa keputusan akhir tetap memperhatikan hak rakyat.
Meski demikian, beberapa anggota DPRD mengingatkan mahasiswa agar tetap menyalurkan aspirasi dengan cara yang tertib. Mereka menekankan pentingnya dialog konstruktif antara legislatif dan mahasiswa untuk mencapai solusi yang adil dan transparan.
Ancaman Perubahan Sistem Pilkada dan Tuntutan Mahasiswa
Mahasiswa menilai wacana Pilkada tidak langsung berpotensi melemahkan demokrasi lokal. Sistem tersebut dianggap memungkinkan elite politik mempengaruhi pemilihan kepala daerah, sehingga suara rakyat menjadi kurang signifikan. Kalau ini diterapkan, rakyat hanya menjadi penonton dalam memilih pemimpin, kata Rafi Maulana.
Selain itu, mahasiswa mengingatkan DPRD untuk fokus pada peningkatan kualitas penyelenggaraan Pilkada, termasuk pengawasan dana dan mekanisme pengaduan masyarakat. Mereka menuntut agar DPRD segera menindaklanjuti aspirasi mereka sebelum kebijakan apa pun diambil.
Aksi berakhir menjelang sore dengan penandatanganan berita acara aspirasi. Mahasiswa berharap DPRD Sumenep serius menindaklanjuti tuntutan mereka dan memastikan sistem Pilkada tetap demokratis, transparan, dan berpihak pada rakyat.
Jangan lewatkan update berita seputaran Homeless serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari surabaya.kompas.com