Batam gencar razia ODGJ & pengemis, pihak berwenang beri penjelasan resmi soal pemulangan dan langkah penertiban di kota ini.
Pemerintah Batam bersiap melakukan razia besar-besaran terhadap ODGJ dan pengemis yang berkeliaran di kota. Langkah ini dilakukan untuk menertibkan ruang publik dan mengembalikan mereka ke daerah asal.
Namun, banyak pertanyaan muncul terkait prosedur dan hak-hak warga terdampak. Berikut penjelasan resmi hanya ada di Homeless dari pihak berwenang mengenai strategi, sasaran, dan tujuan razia agar masyarakat memahami kebijakan ini dengan jelas.
Langkah Pemerintah Kota Batam
Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memperkuat penanganan warga terlantar dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Tujuan utamanya adalah menata ruang publik agar lebih tertib dan aman bagi warga. Ucap Zulkifli Aman, saat mendampingi Koordinator Pengawasan KPK wilayah Kepri di Selter Dinsos Sekupang, Senin (6/4/2026).
Kebijakan tersebut meliputi penelusuran identitas hingga pemulangan ke daerah asal bagi mereka yang tidak memiliki keterikatan kependudukan di Batam. Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah orang yang hidup terlantar di jalanan.
Kepala Dinsos Batam menegaskan langkah ini juga bertujuan mengendalikan arus urbanisasi yang tidak terkontrol, terutama mereka yang datang tanpa keterampilan jelas.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
đŸ”¥ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
đŸ“² DOWNLOAD SEKARANG
Tim Reaksi Cepat Siaga Di Lapangan
Untuk menyukseskan program ini, Dinsos Batam membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas merespons persoalan sosial di lapangan. TRC menyisir lokasi yang sering dikunjungi pengemis, ODGJ, dan warga terlantar.
Petugas TRC mengevakuasi mereka menggunakan kendaraan operasional dan membawa ke shelter untuk asesmen. Proses ini dimulai dari pemeriksaan kesehatan hingga penelusuran identitas untuk mengetahui asal daerah yang bersangkutan.
Bagi yang tidak memiliki keluarga di Batam dan bukan warga setempat, Dinsos akan memfasilitasi pemulangan ke daerah asal setelah prosedur asesmen dan koordinasi selesai dilakukan.
Baca Juga:Â Pansus 12 Lakukan Perombakan Besar Siapkan Perda Baru Kesejahteraan Sosial
Pemulangan Dan Penyelesaian Kelembagaan
Pemerintah kota Batam memastikan bahwa mereka yang terdata benar‑benar warga tidak menetap di Batam akan dipulangkan. Tahapan ini dimulai dari pemeriksaan sidik jari dan data kependudukan untuk mengetahui asal daerah secara akurat.
Jika tidak ditemukan keterkaitan keluarga di Batam, Dinsos akan memulangkan mereka ke kampung halaman masing‑masing. Ini dilakukan agar warga yang selama ini hidup terlantar dapat kembali ke lingkungan sosialnya.
Upaya ini juga diharapkan dapat menekan jumlah warga terlantar, ODGJ, dan pengemis yang tidak berdaya secara struktural di kota industri tersebut.
Kolaborasi Dengan Paguyuban Daerah
Selain pemulangan resmi, Dinsos Batam juga menggandeng paguyuban daerah sebagai bagian dari strategi penanganan. Jika seorang warga terlantar memiliki keterkaitan dengan paguyuban komunitas tertentu, penanganan dapat diserahkan melalui paguyuban tersebut.
Hal ini dianggap sebagai langkah sosial yang lebih manusiawi, karena paguyuban sering memiliki network dan sumber daya lokal yang lebih paham kebutuhan komunitas asal warga tersebut.
Sekaligus, keterlibatan paguyuban diharapkan membantu integrasi sosial pascapemulangan, termasuk pemantauan kondisi warga yang kembali pulang.
Data Dan Harapan Penanganan Sosial
Menurut data Dinsos Batam, sepanjang tahun ini belasan warga terlantar dan ODGJ sudah mendapatkan penanganan. Beberapa sudah dilakukan pemulangan ke daerah asal mereka.
Pada tahun sebelumnya, ratusan warga terlantar juga pernah berhasil dipulangkan oleh Dinsos Batam melalui proses asesmen dan koordinasi lintas instansi.
Pemko Batam berharap langkah penertiban, penanganan, dan pemulangan ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi memberi dampak positif dalam mereduksi masalah sosial di kota tersebut.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com