Kejadian Arogan Di Jakut: Apakah Kesejahteraan Warga Terabaikan?

Kejadian Arogan Di Jakut: Apakah Kesejahteraan Warga Terabaikan?
Bagikan

Pengiring jenazah di Jakarta Utara blokir jalan dan tendang mobil, apakah tindakan ini menandai warga kehilangan hak dan kesejahteraan?

Kejadian Arogan Di Jakut: Apakah Kesejahteraan Warga Terabaikan?

Kejadian arogan pengiring jenazah di Jakarta Utara menarik perhatian publik karena menimbulkan kemacetan dan kerusakan kendaraan. Warga mempertanyakan apakah aksi semacam ini mencerminkan kelalaian aparat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Homeless ini mengulas kronologi peristiwa, tanggapan aparat, serta dampak sosial yang timbul akibat perilaku pengiring jenazah yang dinilai tidak tertib dan merugikan lingkungan sekitar.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Viral Aksi Pengiring Jenazah Tutup Jalan Di Jakarta Utara

Baru‑baru ini sebuah video viral menunjukkan aksi arogan pengiring jenazah di Jakarta Utara yang memblokir jalan raya dan mengganggu arus lalu lintas kendaraan lain. Peristiwa ini ramai dibagikan di media sosial, salah satunya melalui akun berupa rekaman kamera dasbor mobil yang terekam saat kejadian.

Dalam video itu tampak rombongan pengiring jenazah menggunakan sepeda motor menutup jalan sehingga mobil yang sedang melaju terpaksa berhenti. Aksi ini mengundang kritik karena dinilai mengabaikan pengguna jalan lain.

Tak hanya memblokir, salah satu peserta iring‑iringan bahkan terlihat turun dan melakukan tindakan kekerasan ringan dengan menendang mobil yang dikemudikan perekam video. Tingkah laku arogan ini menjadi sorotan publik.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kronologi Dan Rekaman Viral

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan rombongan sedang bergerak di ruas jalan Jakarta Utara saat beberapa motor berhenti di depan mobil yang terekam kamera. Hal ini menyebabkan kendaraan lain tidak bisa melintas secara normal.

Pengguna yang merekam rekaman itu menunggu jalannya dibebaskan, namun pengiring jenazah justru terlihat berkumpul sambil meneriakkan kata‑kata dan menggoyangkan bendera kuning. Hal ini semakin memperlambat arus lalu lintas.

Salah satu oknum bahkan tampak kehilangan kendali dan melayangkan tendangan terhadap kap mobil. Aksi ini mendapat kecaman dari warganet karena bentuknya dianggap terlalu agresif dan mengganggu pengendara lain.

Baca Juga: Viral! Tuna Wisma Ditemukan Tersungkur Di Taman Blambangan, Warga Gempar

Reaksi Masyarakat Terhadap Aksi Arogan

Reaksi Masyarakat Terhadap Aksi Arogan700

Video viral itu telah ditonton puluhan ribu kali dan mendapat ribuan komentar dari netizen. Banyak warganet menyayangkan aksi konvoi tersebut yang dinilai lebih mirip gangguan lalu lintas daripada penghormatan kepada jenazah.

Beberapa komentar mengkritik tindakan arogan peserta iring‑iringan yang memblokir jalan tanpa arahan atau pengawalan pihak berwenang. Kritik ini muncul karena pengendara lain dibuat tidak tahu harus berbuat apa di tengah arus yang tertahan.

Kritikus juga menekankan pentingnya etika berkendara di jalan umum, termasuk saat konvoi seperti iring‑iringan jenazah, agar tidak mencelakai atau merugikan orang lain yang sedang beraktivitas.

Aturan Lalu Lintas Dan Iring‑iringan Jenazah

Menurut Undang‑undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), rombongan jenazah memang termasuk dalam kategori prioritas di jalan raya. Namun prioritas itu hanya berlaku apabila ada pengawalan resmi dari kepolisian yang mengatur arus lalu lintas.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyatakan bahwa tanpa pengawalan polisi, peserta iring‑iringan tidak punya hak untuk menghentikan atau memaksa kendaraan lain berhenti.

Ia menegaskan, ketentuan hukum yang ada mengatur bahwa prioritas jalan hanya sah jika petugas yang berwenang memimpin. Sehingga konvoi atau iring‑iringan yang bersifat sepihak bisa dianggap melanggar aturan.

Pentingnya Etika Berkendara Di Jalan Raya

Pakar keselamatan lalu lintas menilai bahwa insiden seperti ini menunjukkan kebutuhan akan edukasi etika berkendara yang lebih kuat di kalangan masyarakat. Konvoi atau iring‑iringan harus tetap memperhatikan kepentingan umum dan keselamatan semua pengguna jalan.

Pengguna jalan lain juga diimbau lebih waspada ketika bertemu dengan rombongan seperti ini. Dan tetap mengikuti petunjuk polisi, serta tidak terprovokasi oleh perilaku arogan peserta.

Aparat kepolisian sendiri diharapkan meningkatkan pengaturan lalu lintas saat ada kegiatan iring‑iringan, baik itu pengantar jenazah maupun acara lain. Agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan publik.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari oto.detik.com
  • Gambar Kedua dari oto.detik.com