Dinsos Cimahi bersiap menertibkan gepeng pasca-Lebaran dengan strategi mengejutkan yang jadi sorotan warga dan media lokal.
Pasca-Lebaran, Dinas Sosial Cimahi menyiapkan langkah khusus untuk menertibkan gepeng di wilayah kota. Strategi Homeless ini mengutamakan pendekatan yang terencana, menyeimbangkan penegakan aturan dengan aspek kemanusiaan, sekaligus menjadi perhatian publik dan media.
Fenomena Gepeng Meningkat Selama Ramadan
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi mencatat lonjakan gelandangan dan pengemis (gepeng) saat bulan Ramadan 2026. Peningkatan jumlah ini terlihat di ruang publik, terutama di titik ramai dan area perlintasan. Fenomena serupa juga terjadi di kota besar lain di Indonesia.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinsos Cimahi, Supijan Malik, menyebutkan bahwa gepeng bukan hanya isu lokal tapi juga fenomena nasional. Lonjakan ini memengaruhi ketertiban dan kenyamanan publik di Cimahi.
Data awal menunjukkan sebagian gepeng bukan berasal dari warga Cimahi, melainkan pendatang yang datang saat momen Ramadan, baik dari wilayah Jawa Barat maupun luar daerah. Fenomena ini mendorong Dinsos untuk menyiapkan langkah strategis setelah Lebaran guna mengatasi masalah yang mulai mengemuka ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Strategi Penertiban Pasca‑Lebaran
Dinsos menyiapkan operasi penertiban gepeng yang direncanakan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Tujuan utama adalah menata ruang publik agar tetap rapi dan aman bagi warga serta pelaku usaha.
Penertiban tak sepenuhnya mengandalkan tindakan administratif, melainkan pendekatan sosial yang mengutamakan dialog dan pembinaan. Pendekatan ini diharapkan lebih manusiawi dan mampu memberikan solusi jangka panjang.
Dinsos berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta fasilitas sosial lain dalam rangka operasi penertiban tersebut. Kerja sama ini dianggap penting untuk memastikan keteraturan pelaksanaan di lapangan. Fokus penertiban adalah pada penataan gepeng di tempat umum seperti taman, terminal, dan pusat keramaian agar tidak mengganggu aktivitas warga dan pengunjung.
Baca Juga:Â Aksi Inspiratif! 270 Ribu Makanan Untuk Tunawisma Dari Satu Pelayan Hebat
Pendekatan Humanis Dan Pembinaan
Pendekatan yang ditekankan Dinsos Cimahi adalah humanis, yakni memberikan pembinaan kepada gepeng untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka. Pembinaan ini mencakup pemberian informasi pelatihan dan dukungan sosial. Selain itu, pemulangan gepeng yang berasal dari luar daerah juga dipertimbangkan, dengan tujuan mereka kembali ke wilayah asal dan dapat memperoleh dukungan dari pemerintah setempat.
Pendekatan tersebut dilengkapi dengan pendataan untuk mengetahui latar belakang gepeng, termasuk asal dan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Strategi ini diharapkan tak hanya menertibkan mereka sementara tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan kondisi sosial ekonomi.
Peran Pemangku Kepentingan
Pelibatan berbagai stakeholder menjadi bagian penting dari strategi Dinsos Cimahi. Instansi lain seperti lembaga kesejahteraan sosial dan komunitas masyarakat turut dilibatkan. Kolaborasi ini penting guna menciptakan kesinambungan program pembinaan yang lebih efektif dan terintegrasi.
Peran Satpol PP membantu dalam kegiatan lapangan, mulai dari pendekatan hingga penataan gepeng di lokasi umum. Keterlibatan lintas instansi ini diyakini mampu membawa perubahan yang lebih signifikan dibandingkan pendekatan tunggal.
Harapan Pasca Penertiban
Pasca‑penertiban, Dinsos Cimahi berharap ruang publik kembali tertata rapi dan nyaman bagi warga. Ini juga diharapkan menurunkan angka mobilitas gepeng di pusat keramaian. Selain itu, pendekatan sosial dan pembinaan diharapkan mendorong gepeng untuk kembali produktif dan mandiri secara ekonomi.
Evaluasi berkala juga direncanakan untuk menilai efektivitas strategi yang diimplementasikan setelah Lebaran. Harapan lainnya adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya solusi sosial yang berkelanjutan dibandingkan sekadar penertiban administratif.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com