Siapa Sangka? Anak Jalanan Ciputat Kini Dapat Pembinaan Keagamaan Dari Baznas

Wow! Sentuhan Baznas Yang Ubah Nasib Anak Jalanan Di Ciputat
Bagikan

Baznas beri pembinaan keagamaan bagi anak jalanan Ciputat, hadirkan harapan baru dan bekal masa depan yang lebih baik.

Siapa Sangka? Anak Jalanan Ciputat Kini Dapat Pembinaan Keagamaan Dari Baznas

Di tengah hiruk pikuk jalanan Ciputat, secercah harapan tumbuh bagi anak-anak yang selama ini hidup di ruang publik tanpa kepastian. Melalui program pembinaan keagamaan, Baznas menghadirkan pendampingan spiritual dan pendidikan karakter yang diharapkan mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah. Langkah ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan upaya berkelanjutan untuk membangun kepercayaan diri, nilai moral, dan semangat belajar bagi mereka yang kerap terpinggirkan. Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainya yang hanya ada di Homeless.

Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan Hadir Di Ciputat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali menggulirkan program Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan sebagai bentuk dakwah sosial. Kegiatan ini menyasar anak-anak jalanan di Taman Bacaan Masyarakat Kolong Ciputat, Tangerang Selatan. Program yang digelar pada akhir Februari tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan. Fokusnya adalah menghadirkan ruang belajar keagamaan yang ramah dan inklusif.

Sebanyak 200 anak mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka mendapatkan pembelajaran agama, motivasi, serta aktivitas literasi yang dikemas secara menarik. Melalui pendekatan persuasif dan humanis, Baznas berupaya menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan. Anak-anak yang selama ini hidup di ruang publik diberi kesempatan merasakan suasana pesantren yang hangat.

Peran Mahasiswa Sebagai Motor Penggerak

Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI Farid Septian, menjelaskan bahwa mahasiswa menjadi ujung tombak kegiatan ini. Para peserta Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) dilibatkan secara aktif. Mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turun langsung membimbing dan mendampingi anak-anak. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membangun kedekatan emosional.

Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menumbuhkan empati sosial. Mahasiswa diajak memahami realitas kehidupan masyarakat marginal. Dengan pengalaman tersebut, mereka diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Semangat berbagi ilmu dan kepedulian sosial menjadi nilai utama yang ditanamkan.

Baca Juga:Mensos Instruksikan Pemda Tingkatkan Pengawasan Lembaga Kesejahteraan Sosial

Komitmen Baznas Menguatkan Pendidikan Akar Rumput

Siapa Sangka? Anak Jalanan Ciputat Kini Dapat Pembinaan Keagamaan Dari Baznas

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen lembaga. Baznas ingin memastikan pendidikan menyentuh lapisan terbawah. Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan materi. Lebih dari itu, ia menghidupkan literasi dan spiritualitas di lingkungan yang minim akses pendidikan.

Anak-anak yang sebelumnya jarang mendapat pembinaan agama kini memiliki ruang belajar yang kondusif. Mereka diajak mengenal nilai-nilai moral dan etika sejak dini. Ekosistem pendidikan berbasis komunitas menjadi prioritas. Baznas berupaya membangun fondasi karakter yang kuat melalui pendekatan berkelanjutan.

Dukungan Kampus Dan Lingkungan Sekitar

Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ali Munhanif, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, mahasiswa perlu hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menilai kegiatan ini menjadi contoh nyata pengabdian kampus kepada lingkungan sekitar. Peran mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas.

Lingkungan sekitar kampus pun merasakan dampak positifnya. Anak-anak mendapatkan dorongan untuk terus belajar dan bermimpi lebih tinggi. Salah satu warga, Ambarwati, menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Dampak Nasional Hingga Mancanegara

Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan tidak hanya berlangsung di Ciputat. Program ini dilaksanakan serentak di 233 titik di 30 provinsi di Indonesia. Selain di dalam negeri, kegiatan serupa juga menjangkau 10 negara. Hal ini menunjukkan komitmen luas dalam menyebarkan nilai kemanusiaan.

Sasaran program mencakup anak jalanan, penyandang disabilitas, yatim, korban bencana, hingga pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, dan Suriah. Pendekatan inklusif menjadi ciri khas gerakan ini. Melalui langkah kolektif tersebut, Baznas berharap Ramadhan benar-benar menjadi cahaya bagi semua kalangan. Upaya ini menjadi simbol bahwa kepedulian sosial dapat menembus batas wilayah dan latar belakang.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.google.com
  • Gambar Kedua dari www.google.com