Operasi Ramadan! Dinsos Mataram Awasi 10 Titik Anak Jalanan Dan Pengemis

Operasi Ramadan! Dinsos Mataram Awasi 10 Titik Anak Jalanan Dan Pengemis
Bagikan

Dinsos Mataram awasi 10 titik anak jalanan dan pengemis selama Ramadan, langkah ini demi ketertiban dan perlindungan sosial.

Operasi Ramadan! Dinsos Mataram Awasi 10 Titik Anak Jalanan Dan Pengemis

Dinas Sosial Kota Mataram pun bergerak cepat dengan memetakan sedikitnya 10 titik yang kerap menjadi lokasi mangkal. Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan upaya penanganan sosial berjalan efektif.

Langkah ini bukan sekadar penertiban, tetapi juga bagian dari strategi perlindungan dan pembinaan. Lalu di mana saja titik yang dipantau dan bagaimana mekanisme pengawasannya? Simak ulasan lengkapnya di .

Dinsos Mataram Petakan Titik Rawan Selama Ramadan

Dinas Sosial Kota Mataram memetakan sepuluh titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi mangkal anak jalanan, gelandangan, dan pengemis selama Ramadan. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang publik.

Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Mataram, Lalu M Aulia Husnurrido, menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (22/2/2026). Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengawasan rutin menjelang dan selama bulan suci.

Sejumlah kawasan yang masuk daftar pemantauan antara lain Cakranegara, Mataram Mall, My Style, Ruby, Apolo, serta Simpang Empat Tanak Aji. Area tersebut dikenal sebagai pusat keramaian yang ramai dikunjungi warga menjelang berbuka puasa.

Pola Aktivitas Di Kawasan Keramaian

Menurut Rido, kelompok rentan tersebut biasanya memanfaatkan momentum Ramadan karena mobilitas warga meningkat. Situasi itu membuka peluang bagi mereka untuk memperoleh penghasilan lebih besar dibanding hari biasa.

Selain pengemis dan anak jalanan, titik-titik tersebut juga sering didatangi manusia silver, badut jalanan, hingga anak punk. Keberagaman aktivitas ini menuntut pendekatan penanganan yang berbeda-beda.

Lokasi lain seperti depan kantor PUPR NTB, Jalan Panjitilar, hingga kawasan eks Bandara Selaparang juga menjadi perhatian. Tempat-tempat tersebut kerap menjadi titik berkumpul karena arus kendaraan dan pejalan kaki cukup tinggi.

Baca Juga: Dinsos Kota Jambi Gelar Seleksi Ketat Calon Siswa Sekolah Rakyat

Tim Pengawasan Dan Penertiban Disiagakan

 Tim Pengawasan Dan Penertiban Disiagakan 700

Untuk memastikan situasi tetap kondusif, Dinsos Mataram menurunkan sekitar 42 personel ke lapangan. Tim ini disebar di sejumlah titik yang telah dipetakan guna melakukan pemantauan intensif.

Petugas akan melakukan penjangkauan serta pendataan terhadap individu yang terjaring razia. Pendekatan yang diterapkan mengutamakan komunikasi dan pembinaan sosial.

Penertiban dilakukan secara persuasif agar tidak menimbulkan ketegangan di lapangan. Dinsos berupaya menjaga keseimbangan antara ketertiban umum dan perlindungan kelompok rentan.

Asal Daerah Dan Ragam Aktivitas Jalanan

Rido mengungkapkan bahwa anak jalanan yang menjual makanan ringan di persimpangan umumnya berasal dari wilayah Pejeruk, Kota Mataram. Mereka memanfaatkan lampu lalu lintas sebagai momen menawarkan dagangan.

Sementara itu, warga yang mengenakan kostum badut di jalanan kebanyakan berasal dari Labuapi dan Lingsar, Lombok Barat. Aktivitas tersebut dilakukan untuk menarik simpati pengguna jalan.

Adapun manusia silver dan anak punk disebut banyak datang dari luar Nusa Tenggara Barat. Selain itu, terdapat pula anak-anak yang menjual buah seperti nanas dan pisang yang berasal dari Kuripan, Lombok Barat.

Penanganan Dan Upaya Pembinaan Berkelanjutan

Selama pekan pertama Ramadan, Dinsos Mataram telah mengamankan sepuluh anak jalanan dan gelandangan dari sejumlah titik. Mereka kemudian dibawa untuk didata dan diberikan arahan awal.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui latar belakang sosial dan ekonomi masing-masing individu. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya.

Dinsos menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada razia semata. Pemerintah daerah berupaya menggandeng keluarga serta pihak terkait agar solusi yang diberikan bersifat berkelanjutan dan mampu menekan angka anak jalanan di Kota Mataram.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari suarantb.com