Pemerintah dan DPR sepakat bantuan dari diaspora Malaysia dapat masuk untuk meringankan korban banjir dan longsor di Sumatera.
Setelah banjir dan longsor melanda beberapa wilayah Sumatera, pemerintah bersama DPR resmi membuka jalan bagi bantuan dari diaspora di Malaysia. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan dan meringankan beban masyarakat terdampak.
Simak di Homeless bantuan yang datang dari perantau ini kini bisa disalurkan secara resmi tanpa hambatan administratif, menandai kerja sama lintas batas yang peduli pada korban bencana.
Pemerintah Dan DPR Sepakat Bantuan Diaspora Malaysia Untuk Korban Bencana Sumatera Masuk
Pemerintah bersama DPR RI resmi membuka akses masuk bagi bantuan bencana yang dikumpulkan diaspora Indonesia di Malaysia. Keputusan ini diambil untuk mempercepat pemulihan pasca-banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.
Kesepakatan disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana yang digelar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Rapat dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Rapat menegaskan bahwa meski bantuan masih berada di Pelabuhan Port Klang, Malaysia, dan terdapat sejumlah regulasi yang menghambat, proses masuknya barang akan difasilitasi segera. Seluruh bantuan akan langsung diterima dan disalurkan oleh BNPB ke pengungsian-pengungsian terdampak.
Detail Bantuan Diaspora Malaysia
Bantuan dari diaspora Malaysia mencakup berbagai kebutuhan pokok dan logistik darurat. Total nilai bantuan diperkirakan mencapai miliaran rupiah dengan berbagai jenis barang yang siap disalurkan.
Tito Karnavian menjelaskan rinciannya, antara lain 3.000 liter minyak goreng senilai Rp1 miliar, gula pasir senilai Rp50 juta, air mineral senilai Rp672 juta, makanan siap saji 5.000 dus senilai Rp1 miliar, serta pakaian baru 3.000 karung senilai Rp126 miliar. Selain itu, bantuan juga mencakup Al-Qur’an senilai Rp1 miliar dan fasilitas toilet atau kloset senilai Rp4,8 miliar.
Meski sebagian besar barang siap dikirim, beberapa komoditas seperti minyak goreng, gula pasir, dan pakaian baru membutuhkan persetujuan teknis dari kementerian terkait serta Direktorat Jenderal Bea Cukai. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengiriman sesuai dengan regulasi nasional.
Baca Juga: Pedagang Pernak-Pernik Imlek di Jalan Pancoran Raya Terpaksa Angkat Kaki
Koordinasi Kementerian Dan BNPB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, bantuan yang masuk akan diawasi ketat agar tepat sasaran. Ia menekankan bahwa bantuan bersifat sekali pakai dan langsung diperuntukkan bagi warga terdampak bencana.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa dengan keterangan dari BNPB, Bea Cukai akan melepas seluruh barang. Tito Karnavian pun memastikan bahwa BNPB akan menerima, menyalurkan, dan mengawasi distribusi bantuan tersebut ke lokasi pengungsian secara langsung.
“Cocok kalau begitu,” kata Dasco, menandai kesepakatan koordinasi antara DPR, pemerintah, dan BNPB. Langkah ini juga sekaligus memastikan bantuan tidak disalahgunakan atau diperjualbelikan di pasar.
Regulasi Dan Pengawasan Khusus
Beberapa barang yang dikirim dari Malaysia, terutama komoditas sensitif seperti minyak goreng dan gula pasir, memerlukan izin dari kementerian teknis. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan pentingnya pengawasan ketat, mengingat Indonesia juga sedang melakukan ekspor besar-besaran minyak goreng.
Amran menyatakan pengiriman tetap dimungkinkan selama memenuhi syarat keamanan dan pengawasan. “Kalau memang harus masuk untuk bantuan kemanusiaan, tidak masalah, tapi pengawasan harus ketat,” tegasnya.
Dasco meminta dispensasi khusus untuk bantuan ini karena bersifat satu kali dan langsung diperuntukkan untuk korban bencana. Hal ini diharapkan mempercepat proses distribusi tanpa harus melalui prosedur jual-beli atau uangkannya kembali.
Langkah Cepat Untuk Korban Banjir Sumatera
Kesepakatan ini menandai kerja sama lintas lembaga yang penting untuk meringankan penderitaan masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Bantuan diaspora kini bisa segera sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Seluruh bantuan akan dikirim melalui Pelabuhan Lhokseumawe, Aceh, dan langsung disalurkan BNPB ke lokasi pengungsian. Dengan koordinasi yang ketat, pemerintah memastikan bantuan tidak hanya cepat sampai tetapi juga tepat sasaran.
Warga terdampak bencana diharapkan segera merasakan manfaat bantuan ini, mulai dari kebutuhan pangan, air bersih, pakaian, hingga fasilitas kesehatan. Upaya ini menjadi bukti kepedulian pemerintah dan masyarakat diaspora untuk mempercepat pemulihan pasca-banjir di Sumatera.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.sindonews.com
- Gambar Kedua dari nasional.kompas.com