Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dijalankan untuk menekan dampak hujan ekstrem.
Langkah preventif ini dilakukan secara ilmiah sejak 15-22 Januari 2026, dengan penerbangan OMC hingga tiga kali pada puncak hujan. Berkat upaya ini, intensitas hujan dapat dikendalikan, banjir di 33 RW berhasil diminimalkan, dan Jakarta tetap aman.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainya yang hanya ada di Homeless.
Gubernur DKI Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap menjadi langkah penting meski Jakarta terus dilanda banjir. Menurutnya, tanpa upaya ini, dampak banjir bisa jauh lebih parah dan memengaruhi kehidupan warga secara signifikan.
“Dilakukan OMC, dilakukan. Kalau tidak dilakukan, (banjir) lebih dari itu,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026). Ia menekankan bahwa langkah ini bersifat preventif untuk menekan intensitas hujan ekstrem.
OMC merupakan bagian dari strategi pemerintah provinsi untuk menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda Jakarta. Langkah ini diambil agar banjir dapat diminimalkan, terutama di wilayah-wilayah rawan genangan.
Hujan Deras dan Imbas Banjir
Pramono menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sangat tinggi terjadi pada Sabtu (17/1/2026) dan Minggu (18/1/2026), dengan konsentrasi terbesar di Jakarta Utara. Curah hujan yang tinggi ini menyebabkan genangan di sejumlah RW.
“Kemarin itu curah hujannya semuanya menumpuk di Jakarta Utara. Sekitar 80 persen hujan itu terjadi di wilayah tersebut,” kata Pramono. Dampak hujan ekstrem tersebut sempat membuat 33 RW di Jakarta terdampak banjir.
Meski begitu, ia menekankan bahwa koordinasi penanganan banjir di tingkat RW hingga provinsi berjalan baik. Upaya ini meliputi pengiriman pompa air, normalisasi sungai, dan pengaturan drainase untuk meminimalkan kerugian.
Baca Juga: Warga Tak Perlu Cemas! Hak Tanah Diakui Pemerintah Meski Sertifikat Rusak akibat Banjir
Proses Operasi Modifikasi Cuaca
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan OMC sejak 15 hingga 22 Januari 2026. Khusus pada Minggu (18/1/2026), penerbangan OMC dilakukan hingga tiga kali untuk menekan intensitas hujan.
Pramono menuturkan bahwa dirinya secara langsung memerintahkan pelaksanaan OMC karena awan di langit Jakarta sudah sangat pekat sejak sore hari. Hasilnya, intensitas hujan berhasil ditekan dan cuaca berangsur membaik.
“Alhamdulillah, sekarang modifikasi cuaca sudah dilakukan secara ilmiah. Kemarin akhirnya terang-benderang dan tidak ada hujan,” ujarnya. Hal ini menunjukkan efektivitas OMC dalam mitigasi banjir yang terjadi di ibu kota.
Hasil OMC dan Prospek Mitigasi Banjir
Gubernur menambahkan bahwa jika hujan ekstrem dengan intensitas serupa terjadi kembali, banjir dipastikan akan bertahan lebih lama, apalagi karena banjir juga melanda wilayah pesisir utara Pulau Jawa secara bersamaan. Untuk itu, pemerintah provinsi terus meningkatkan koordinasi antarinstansi, memperkuat sistem drainase, serta menyiapkan langkah.
“Kalau mau dibandingkan, hampir sepanjang pantai utara Jawa itu banjir. Tapi alhamdulillah, Jakarta sejak pagi tadi semuanya sudah tertangani,” ucap Pramono. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan langkah preventif untuk menghadapi musim hujan selanjutnya.
Pramono berharap operasi modifikasi cuaca dapat terus dijalankan secara ilmiah dan sistematis, sehingga Jakarta mampu menekan dampak banjir ekstrem. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mengelola risiko bencana akibat cuaca ekstrem.
Jangan lewatkan update berita seputaran Homeless serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari jakarta.bisnis.com